Rabu, 11 Mei 2011

SAKIT MATA YANG MENGGANGGU



Datangnya musim kemarau, datangnya juga penyakit baru…
Kalau musim hujan kemarin kita dihadapkan dengan berbagai penyakit seperti diare, flu atau penyakit-penyakit lainnya yang berhubungan dengan air, di musim kemarau ini penyakit lain datang seperti, batuk, penyakit kulit, penyakit mata dan penyakit-penyakit lainnya yang berhubungan dengan debu.
Kali ini Saya akan sedikit share dengan teman-teman pecinta Obat herbal semua mengenai penyakit yang Saya alami di musim pancaroba ini.
Penyakit itu adalah penyakit mata yang sangat mengganggu aktifitas Saya sehari-hari, namun apa mau dikata penyakit sudah datang, tak ada yang bisa Saya lakukan selain mengobatinya.
Sebelum Saya membahas obat herbal untuk sakit mata ini, izinkan saya untuk membagikan kepada Anda ilmu tentang penyakit mata tersebut.

SAKIT MATA DAPAT MENULAR LEWAT TATAPAN ADALAH ANTARA MITOS DAN KENYATAAN?


Masyarakat sekitar kita masih banyak yang percaya bahwa apabila seseorang terkena penyakit mata maka jangan berani menatap matanya karena orang yang menatapnya akan tertular penyakit mata tersebut.
Dan survey membuktikan, bahwa orang yang menatap langsung dengan orang yang sedang terkena penyakit mata, maka beberapa hari kemudian orang tersebut terkena juga penyakit mata…
Sebetulnya apa yang dikatakan orang tua kepada kita ada benarnya agar tidak menatap mata orang yang sedang terkena penyakit mata, maksudnya adalah agar kita jangan dekat-dekat orang yang sedang terkena penyakit mata (mata merah)tersebut, karena memang penyakit mata itu menular baik melalui udara ataupun benda-benda yang dipegang oleh si penderita.

8 JENIS PENYAKIT MATA DAN PENANGANANNYA

Namun tidak semua penyakit mata itu menular, menurut Dr. Tjahjono Darminto Gondhowiardjo, Ph.D. ada 8 jenis penyakit mata yang kerap menyerang kepada kita yaitu:

1. KONJUNGTIVITIS (MENULAR)


Adalah iritasi/peradangan akibat infeksi pada bagian selaput yang melapisi mata. Gejalanya mata memerah, terasa nyeri, berair, gatal, keluar kotoran (belekan), dan penglihatan (kabur). Penyakit yang mudah menular dan bisa berlangsung hingga berbulan-bulan ini disebabkan beberapa faktor, seperti infeksi virus atau bakteri, alergi (debu, serbuk, bulu, angin, atau asap), penggunaan lensa kontak yang kurang bersih, dan pemakaian lensa kontak jangka panjang.
Bayi juga dapat menderita penyakit serupa. Hanya saja penyebabnya lebih karena infeksi yang timbul ketika melewati jalan lahir. Lantaran itulah, pada bayi penyakit ini disebut konjungtivitis gonokokal. Seperti diketahui, jalan lahir tidaklah steril dari kuman tertentu yang mungkin bisa menimbulkan infeksi.
Nah, saat bayi lahir melewati jalan lahir (vagina), ia tentu akan terpapar kuman yang ada di lokasi itu. Jika mengenai mata bisa mengakibatkan infeksi pada mata dengan gejala mata merah dan belekan. Oleh karena itu, pada umumnya mata bayi baru lahir akan ditetesi obat mata atau salep antibiotika untuk mematikan bakteri yang dapat menyebabkan konjungtivitis gonokokal.

Penanganan:

  • Kompres mata dengan air hangat.
  • Gunakan obat tetes mata atau salep antibiotika sesuai resep dokter. Biasanya penderita juga diberi tablet atau suntikan untuk mengurangi iritasi dan gatal pada mata.
  • Bersihkan tangan sebelum mengoleskan salep agar tak menimbulkan iritasi lebih parah.
  • Usahakan agar penyakit ini tidak menyebar pada orang lain, misalnya memisahkan alat-alat yang digunakan dan tidak digunakan oleh orang lain.

2. KERATOKONJUNGTIVITAS VERNALIS (KV)

Adalah iritasi/peradangan pada bagian kornea (selaput bening) akibat alergi sehingga menimbulkan rasa sakit. Gejalanya: mata merah, berair, gatal, kelopak mata bengkak, dan terjadi kotoran mata (belekan). Perlu diketahui KV merupakan peradangan yang berulang alias musiman dan penderitanya cenderung kambuh terutama pada musim panas. Terkadang penderita KV mengalami kerusakan pada sebagian kecil kornea yang menyebabkan nyeri yang akut.

Penanganan:

  • Jangan menyentuh atau menggosok bagian mata karena bisa menyebabkan iritasi
  • Mata dikompres dengan air hangat.
  • Dokter biasanya akan memberikan obat tetes mata.

3. ENDOFTALMITIS

Merupakan infeksi yang terjadi di lapisan mata bagian dalam sehingga bola mata bernanah. Gejalanya berupa mata merah, nyeri, bahkan sampai mengalami gangguan penglihatan. Biasanya terjadi karena mata anak tertusuk sesuatu seperti lidi atau benda tajam lainnya. Infeksi ini cukup berat sehingga harus segera ditangani karena bisa menimbulkan kebutaan.

Penanganan:

  • Dokter mata biasanya memberikan obat antibiotika.
  • Untuk mengeluarkan nanah yang berada di bola mata, penderita harus menjalani pembedahan.

4. SELULITIS ORBITALIS (SO)

Yaitu peradangan pada jaringan di sekitar bola mata. Gejalanya berupa mata merah, nyeri, kelopak mata bengkak, bola mata menonjol dan bengkak, serta penderita mengalami demam. SO pada anak-anak sering terjadi akibat cedera mata, infeksi sinus atau infeksi yang berasal dari gigi. Diagnosa pasti dapat ditegakkan melalui rontgen gigi dan mulut atau CT Scan sinus. SO yang tak segera ditangani bisa berakibat fatal, seperti kebutaan, infeksi otak atau pembekuan darah di otak.

Penanganan:

  • Untuk kasus yang tergolong ringan dapat diberikan antibiotika secara oral.
  • Pada kasus berat diberikan antibiotika melalui pembuluh darah atau bahkan pembedahan untuk mengeluarkan nanah ataupun mengeringkan sinus yang terinfeksi.

5. TRAKOMA (MENULAR)


Adalah infeksi pada mata yang disebabkan bakteri Chlamydia trachomatis. Bakteri ini berkembang biak di lingkungan yang kotor atau bersanitasi buruk. Lantaran itulah, trakoma sering menyerang anak-anak, terutama di berbagai negara berkembang. Pemaparan bakteri berlangsung saat anak menggunakan alat atau benda yang sudah tercemari Chlamydia seperti sapu tangan atau handuk.
Gejala trakoma adalah mata merah, mengeluarkan kotoran (belekan), pembengkakan kelopak mata dan kelenjar getah bening, serta kornea kelihatan keruh. Penyakit ini sangat menular.

Penanganan:

  • Jauhkan alat/benda yang sudah dipakai penderita dari anggota keluarga yang lain.]
  • Penderita biasanya akan diberi salep antibiotika yang mengandung tetracycline dan erythromycin selama sekitar satu bulan bahkan bisa lebih.
  • Jika tak segera ditangani dapat menyebabkan pembentukan jaringan parut di kornea sehingga menyebabkan bulu mata melipat ke dalam dan terjadilah gangguan penglihatan.
  • Jika terjadi kelainan bentuk pada kelopak mata atau kornea kemungkinan perlu dilakukan tindakan pembedahan.

6. BLEFARITIS

Di bagian bola mata terdapat lapisan air mata yang berfungi melindungi bola mata dari iritasi. Lapisan yang sangat halus ini terdiri atas tiga kelenjar, yaitu kelenjar minyak, air dan lendir. Nah, blefaritis adalah suatu peradangan pada kelopak mata karena terjadinya produksi minyak yang berlebihan yang berasal dari kelenjar minyak tersebut. Tidak diketahui persis mengapa produksi minyak bisa menjadi berlebihan. Sayangnya kelebihan minyak ini ada di dekat kelopak mata yang juga sering didatangi bakteri.
Gejala blefaritis berupa mata merah, nyeri, panas, gatal, berair, ada luka di bagian kelopak mata dan membengkak. Pada beberapa kasus sampai terjadi kerontokan bulu mata. Ada dua jenis blefaritis yaitu blefaritis anterior dan blefaritis posterior. Yang pertama merupakan peradangan di kelopak mata bagian luar depan yaitu di tempat melekatnya bulu mata. Penyebabnya adalah bakteri stafilokokus. Yang kedua adalah peradangan di kelopak mata bagian dalam, yaitu bagian kelopak mata yang bersentuhan dengan mata. Penyebabnya adalah kelainan pada kelenjar minyak.

Penanganan:

  • Salah satu upaya yang bisa dilakukan yaitu dengan cara sering membersihkan sekitar kelopak mata untuk mengangkat minyak. Ada sejenis pembersih khusus yang bisa digunakan.
  • Untuk membunuh bakteri digunakan salep antibiotika seperti erythromycin atau sulfacetamide. Bisa juga dengan obat antibiotika oral seperti tetracycline.

7. DAKRIOSISTITIS

Penyebab dakriosistitis adalah penyumbatan yang terjadi pada duktus nasolakrimalis yaitu saluran yang mengalirkan air mata ke hidung. Faktor alergilah yang menyebabkan terjadinya sumbatan pada saluran tersebut. Akibatnya adalah infeksi di sekitar kantung air mata yang menimbulkan nyeri, warna merah dan bengkak, bahkan bisa sampai mengeluarkan nanah dan penderita mengalami demam.
Infeksi yang ringan biasanya akan cepat sembuh walau tetap ada pembengkakan. Sementara yang tergolong parah dapat menyebabkan kemerahan dan penebalan di atas kantung air mata. Jika terus berlanjut akan terbentuk kantung nanah.

Penanganan:

  • Dengan cara pemberian antibiotika oral atau melalui pembuluh darah.
  • Bisa dilakukan pengompresan dengan air hangat di sekitar kantung air mata
  • Jika terjadi kantung nanah maka harus dilakukan pembedahan.

8. ULKUS KORNEA (UK)

Adalah infeksi pada kornea bagian luar. Biasanya terjadi karena jamur, virus, protozoa atau karena beberapa jenis bakteri, seperti stafilokokus, pseudomonas atau pneumokokus. Penyebab awal bisa karena mata kelilipan atau tertusuk benda asing. UK terkadang terjadi di seluruh permukaan kornea sampai ke bagian dalam dan belakang kornea. UK yang memburuk dapat menyebabkan komplikasi infeksi di bagian kornea yang lebih dalam, perforasi kornea (terjadi lubang), kelainan letak iris (selaput pelangi) dan kerusakan mata.
Gejalanya mata merah, nyeri, gatal, berair, muncul kotoran mata, peka terhadap cahaya (photo phobia), pada bagian kornea tampak bintik nanah warna kuning keputihan, dan gangguan penglihatan.

Penanganan:

  • Penderita UK perlu melakukan berbagai pemeriksaan seperti tes refraksi, tes air mata, pengukuran kornea (keratometri), dan tes respons refleks pupil.
  • UK tingkat ringan dapat ditangani dengan obat tetes mata yang mengandung antibiotika, antivirus atau antijamur.
  • Penderita yang tergolong berat kemungkinan perlu menjalani pembedahan yaitu pencangkokan kornea.

Lalu bagaimana mengobati penyakit mata dengan menggunakan obat herbal?

Sebelumnya Saya beritahukan terlebih dahulu sebelum Anda mencobanya “ Obat dengan menggunakan media herbal (tumbuhan) ini telah Saya coba dan praktekan dengan hasil yang cukup memuaskan, namun effect dari obat ini tergantung dari penyakit yang Anda derita. Saya tidak menjamin kesembuhan Anda, karena yang memberi kesembuhan adalah Allah dan tentunya dengan usaha Anda untuk menyembuhkan penyakit Anda. Saya juga tidak bertanggung jawab jika setelah menggunakan obat ini bukan kesembuhan yang Anda alami, tapi penyakit Anda semakin parah, karena sekali lagi kesembuhan hanya milik Allah.”
Ok, Setelah Anda membaca ketentuan diatas sekarang saatnya Anda mempraktekan obat herbal di bawah ini:

  1. Ambil 3 lembar daun sirih yang sudah agak tua.
  2. Cuci daun sirih tersebut sampai bersih.
  3. Siapkan air panas ¼ gelas, dan siapkan juga pisin (piring kecil)
  4. Simpan daun sirih yang sudah bersih tersebut diatas pisin, lalu seduh dengan air panas.
  5. Di kucek sedikit daun sirih tersebut, agar cairan dalam sirih tersebut keluar.
  6. Biarkan beberapa menit sampai air tersebut hangat atau dingain.
  7. Ketika sudah hangat atau dingin, celupkan mata Anda yang sakit ke pisin yang telah berisi cairan sirih. Biarkan selama 5 detik, lalu angkat dan tengadahkan muka Anda keatas, agar cairan sirih dapat masuk ke sela-sela mata.
  8. Lakukan 3 kali sehari.

Awalnya terasa perih, namun sesudah itu perihnya akan segera hilang dan mata akan terasa lebih segar.Tidak dianjurkan untuk anak-anak dibawah 3 tahun.

Kalau Anda termasuk pecinta pengobatan secara esktrim, Saya pun akan memberikan untuk Anda beberapa Tips pengobatan yang sampai sekarang masih dilakukan oleh masyarakat, terutama masyarakat perkampungan/pedalaman. Namun kalau Anda ragu lebih baik jangan dech…. Karena tidak terbukti secara ilmiah!

  1. Dengan menggunakan ludah bari (ludah pertama kali Anda bangun pagi), oleskan ludah bari Anda ke mata yang sedang sakit.
  2. Menggunakan tai upil (kotoran telinga), ketika bangun tidur oleskan mata anda dengan kotoran telingan Anda.
  3. Menggunakan air kencing pagi, usap muka Anda dengan air kencing pertama Anda pada pagi hari.

Hehehe…. Kalau yang diatas sih, Saya tidak rekomendasikan, namun masyarakat masih banyak yang menggunakan oabt-obat jorok tersebut dan terbukti ampuh. Tanyakan saja pada orang tua Anda, apakah mereka masih memakai obat alternatif tersebut…hihihi!

source : www.mail-archive.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar